Bulan Mei 2015 Pengganti Premium Yakni Pertalite Akan Diluncurkan

pertalite pertamina

Ditengah kebingungan publik Indonesia khususnya para pemerhati Honda karena naik dan turunnya harga BBM akhirnya melalui rilis resminya, PT PERTAMINA melakukan sebuah gebrakan dimana mulai bulan Mei 2015 secara bertahap mereka akan menarik Premium dan menggantinya dengan bahan bakar baru yakni Pertalite. Bagi para pengguna otomotif, langkah ini disambut positif sebab dikabarkan harga Pertalite nanti berada diatas Premium dan dibawah Pertamax dan juga BBM jenis baru nanti memiliki RON 90-91 yang dianggap lebih baik untuk kinerja sekaligus usia mesin dari sebuah kendaraan bermotor.

Disisi lain, para pelaku industri yang selama ini berlaku curang sepertinya cemas dengan apa yang bakal terjadi karena biaya produksi nantinya akan mengalami kenaikkan namun yang namanya bisnis pasti tak ada pihak yang dirugikan bukan? Mungkin saja karena kenaikkan dan mereka akan sedikit menurunkan kualitas (Downgrade) dari produk yang selama ini diproduksinya.

Menurut beberapa sumber, sebelumnya Indonesia merupakan anggota OPEC yang merupakan sebuah organisasi dari penghasil minyak mentah dunia namun karena mulai berkurangnya kandungan minyak serta pengelolaan yang masih saja dilakukan oleh negara lain maka kita yang tadinya produsen akan tetapi kini menjadi salah satu pengguna terbesar bahan bakar fosil sehingga menurut pemerintah dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla melakukan kebijakan untuk menetapkan harga BBM berdasarkan harga minyak dunia. PERTAMINA selaku perusahaan yang bertanggung jawab terhadap produksi serta distribusi BBM juga membuat keputusan untuk secara perlahan menarik premium dan menggantinya dengan pertalite.

Menurut beberapa sumber, sebelumnya Indonesia merupakan anggota OPEC yang merupakan sebuah organisasi dari penghasil minyak mentah dunia namun karena mulai berkurangnya kandungan minyak serta pengelolaan yang masih saja dilakukan oleh negara lain maka kita yang tadinya produsen akan tetapi kini menjadi salah satu pengguna terbesar bahan bakar fosil sehingga menurut pemerintah dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla melakukan kebijakan untuk menetapkan harga BBM berdasarkan harga minyak dunia. PERTAMINA selaku perusahaan yang bertanggung jawab terhadap produksi serta distribusi BBM juga membuat keputusan untuk secara perlahan menarik premium dan menggantinya dengan pertalite.

Menurut Ibu Wianda Pusponegoro selaku VP Corporate Communication Pertamina, Pertalite akan diluncurkan pada bulan Mei 2015 namun bukan berarti Premium serta-merta ditarik peredarannya karena kehadiran BBM jenis baru ini sebagai pembeda antara penggunaan untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Selama ini baik mobil perorangan maupun alat transportasi umum memang sama-sama menggunakan Premium dan Pertamax dan ini menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah karena yang disubsidi sebenarnya hanya untuk angkutan umum seperti Angkot maupun Bus antar kota.

Pertalite Akan Membuat Deretan BBM Milik Pertamina Tidak Membingungkan

Sebelumnya pada deretan BBM yang didistribusikan oleh Pertamina kita mengenalnya ada 3 produk yakni Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Memang agak membingungkan apalagi bagi para insinyiur otomotif yang mempersiapkan mobil baru untuk diluncurkan di Indonesia karena sebelumnya ATPM wajib mengirimkan sample bahan bakar untuk diteliti kemudian dibuat sedemikian rupa agar cocok dengan mesin mobil yang akan dipasarkan disini. Entah ini hanya sebagai guyonan ataukah benar terjadi bahwa para insinyiur tersebut bingung karena BBM dengan kualitas paling rendah namun diberi nama Premium. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata premium itu sendiri berarti kualitas terbaik dan ini mungkin saja memberikan insipirasi bagi Pertamina untuk mengganti namanya dengan kata Lite yang berarti lebih murah karena nantinya yang dijual disetiap stasiun pengisian bahan bakar secara berurutan adalah PertaLite, Pertamax dan Pertamax Plus.

Dengan jumlah Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Premium (ini berdasarkan berita dari beberapa portal berita Indonesia karena rilis resmi dari Pertamina hingga kini belum ada) maka bagi para pengguna mobil pribadi sebaiknya tidak lagi menggunakan bahan bakar subsidi seperti Premium. Bagaimana Honda menyikapi penarikan Premium dan diganti PertaLite? Jika kami boleh berpendapat, mesin yang digunakan oleh Honda tentu saja sangat cocok dengan bahan bakar dengan jumlah oktan yang sudah kami katakan diatas namun untuk pengguna produk LCGC tetap saja mesin mobil anda lebih cocok menggunakan Pertamax dan jika belum diservis, coba anda gunakan aplikasi Honda e-Care sebagai pengingat dan juga untuk mencari services center Honda terdekat.

Baca juga :
honda U finance