Dollar Turun APM Berharap Penjualan Honda Membaik

penjualan honda naik dollar turun

Paket kebijakan ekonomi baru yang dijalankan oleh pemerintahan Bapak Joko Widodo nampaknya mulai membuahkan hasil, salah satu indikasinya adalah menguatnya performa Rupiah terhadap mata uang asing khususnya Dollar Amerika. Hal tersebut tentunya sangat diapresiasi oleh para pelaku ekonomi dan industri tak terkecuali industri mobil – motor, Honda sebagai salah satu pabrikan terbesar di tanah air berharap fenomena ini menjadi awal dari kebangkitan kembali sektor industri otomotif nasional. Setelah penjualan mengalami kenaikkan selama September 2015, kini APM berharap agar penjualan terus membaik seiring dengan menguatnya Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat.

Seperti diketahui, turunnya nilai tukar Dollar memang bisa berdampak besar bagi perkembangan bisnis termasuk bisnis kendaraan bermotor, selain akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan produksi, hal itu juga diharapkan memicu respons positif dari pasar karena daya beli masyarakat ikut membaik. Lebih jauh para pelaku industri tentu berharap agar pemerintah dapat terus mempertahankan atau kalau bisa meningkatkan trend positif yang telah dicapai saat ini.
Honda Prospect Motor selaku ATPM dari manufaktur berlambang H tersebut di tanah air mengatakan bahwa walaupun trend sekarang belum sebaik pada dua tahun lalu, namun setidaknya mereka masih mampu bertahan dengan kondisi saat ini. Beberapa produk mobil Honda memang tercatat cukup menonjol dalam hal penjualan dibanding produk lain dikelasnya khususnya line up yang diproduksi di dalam negeri seperti Mobilio, HR-V, Brio serta All New Jazz.

HPM memang berkomitmen untuk meningkatkan produksi mobil Honda di dalam negeri termasuk pula komponen komponen vital kendaraan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan akan bahan baku impor dimana tentu saja akan sangat dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang asing dalam hal ini Dollar Amerika yang notabene merupakan acuan dalam perdagangan internasional.

Belum lama ini, HPM baru saja meresmikan fasilitas Engine Test Brench yang masuk dalam komplek pabrik mereka di Karawang Jawa Barat. Bukan itu saja mereka juga tengah membangun pabrik pembuatan komponen mobil lainnya seperti Crank Shaft serta Connecting Rod. Selain kedua komponen tersebut, Honda saat ini telah memproduksi sendiri beberapa part vital untuk produk mereka.

Daya Beli Konsumen Sedang Mengalami Penurunan

Strategi tersebut membuat proses produksi serta pengujian mobil Honda terbaru dapat berlangsung lebih cepat serta efisien. Hasilnya mereka bisa menyediakan kebutuhan konsumen akan produk mobil andalan mereka secara lebih cepat pula. Sebagaimana diketahui saat ini Honda tengah fokus menggenjot kapasitas produksi mobil BR-V serta HR-V demi memenuhi permintaan para konsumennya diseluruh tanah air.

Tak dipungkiri menurunnya daya beli masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu belakangan memaksa Honda untuk memikirkan langkah serta terobosan baru agar tetap survive ditengah kondisi yang cukup sulit ini. Selain mencoba memutus atau setidaknya meminimalisir ketergantungan akan bahan baku impor, HPM juga mencoba melihat alternatif lain dalam hal pemasaran produk mereka.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan lebih aktif dan intens dalam mensosialisasikan produk mereka terutama mobil – mobil yang memang menjadi andalan Honda selama ini seperti Mobilio, CR-V, Jazz, HR-V serta Brio termasuk calon line-up terbarunya yaitu Honda BR-V dimana saat ini tengah memasuki masa produksi perdana.

Dealer mobil Honda serta outlet penjualan resmi lainnya pun didorong untuk melakukan promo mobil Honda secara lebih fokus dan efektif. Beruntung bagi Honda mereka mempunyai line-up yang cukup kuat dan diterima oleh konsumennya, hal itu membuat Honda masih konsisten membukukan angka penjualan relatif cukup baik ditengah gejolak pasar serta pelemahan ekonomi nasional sepanjang tahun 2017 ini.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

honda U finance