Pegunungan Alpen Jadi Lokasi Test Drive Honda HR-V

Anda masih ingat dengan mobil yang diluncurkan di Amerika? Pihak Honda kembali melakukan uji coba untuk mobil ini dipegunungan Alpen. HR-V yang lebih dikenal dengan nama Honda Vezel sebenarnya bukan produk baru di pasaran Compact SUV. Di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, India, Thailand, dan beberapa negara di Asia Tenggara lain, HR-V memang belum menyentuh pasar otomotif lokal secara luas.

Honda HR-V 2015 suv

Faktor harga kembali jadi penentu dalam pemenuhan kebutuhan plus selera berkendara konsumen. HR-V yang telah lebih dulu beredar, merupakan pengembangan SUV yang memakai platform Honda Jazz. Dibekali mesin berkapasitas 1.500 cc dengan transmisi Continuously Variable Transmission atau CVT, HR-V juga mengadopsi teknologi hybrid.

Produsen terus berupaya mengembangkan produk ini. Oleh karenanya, pihak pabrikan asal Jepang ini bakal meluncurkan Honda HR-V dengan pasar yang lebih luas lagi. Jika dulu hanya di Amerika Serikat maka sekarang akan merambah pasar otomotif Eropa. Sebelum resmi dipasarkan di Eropa pada 2015, mobil SUV kompak dipastikan sudah menjalani uji coba di pegunungan Alpen seperti dilansir salah satu portal otomotif dunia terkemuka.

Manajemen HMC memaparkan bahwa SUV kompaknya diperkirakan lebih sukses di Amerika dengan nama Honda HR-V, sebab nama HR-V sudah sangat mendunia ketimbang Honda menggunakan nama baru, seperti Vezel pada produk kembaran CR-V tersebut. Meski belum ada rincian kapasitas mesin mobil itu, tapi ada bocoran mengenai spesifikasinya. Ditengarai mobil ini akan dibekali mesin 1.5 liter berteknologi i-VTEC dengan 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga 130 Hp dan Torsi 154 Nm. Model prototipenya menggunakan transmisi 7-Speed Dual-Clutch yang menghasilkan performa berkendara kelas atas karena menggunakan sistem penggerak roda depan.

Pihak produsen memang sengaja memakai nama HR-V, karena pasar otomotif di Amerika lebih akrab dengan nama itu. Dan perlu diingat bahwa HR-V adalah Honda yang terlaris di Amerika untuk model SUV. HR-V tampil perdana pada tahun 1998 dan menjadi generasi kedua dari J-Mover. Pada awal produksi, Honda hanya meluncurkan model 3 pintu. Seiring perkembangan pasar HMC menambahkan model 5 pintu setelah 1 tahun beredar di pasaran.

HR-V Adalah Compact SUV Honda

HR-V sendiri masuk dalam proyek Compact SUV Honda yang digadang-gadang menjadi SUV Murah milik Honda. Pada awalnya, Honda memiliki 2 model untuk dipilih sebagai platform pengembangan SUV murah. Salah satunya yaitu Vezel yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. Namun dalam perkembangannya, Vezel dinilai sudah baku dengan dimensi dan penggunaan material yang ada. Jika memakai model Vezel, akan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar dalam penyesuaian material pabrikasi serta ukurannya. Tidak itu saja, pangsa pasar Vezel yang telah ada bisa dipengaruhi oleh kehadiran SUV se-brand yang menggunakan platform-nya.

Dilema ini justru tidak terjadi pada alternatif pemakaian platform Brio. Dari aspek penggunaan material pabrikasi dan dimensi jauh berbeda dengan model SUV Honda lain. Kehadiran SUV baru berplatform Brio justru memperkaya lini produk di segmen tersebut. Berbagai keunggulan bakal menyertai kehadiran sosok Brio yang dipermak menjadi sebuah mobil sport tangguh dengan kelincahan sebuah city car. Double bonus, begitulah sebutan yang pas untuk SUV murah yang akan segera diproduksi Honda Motor Co. Ltd.

Di Jepang, SUV Low-End ini dijual pada kisaran Rp 225 jutaan. Jika dilihat dari kualitas dan performa berkendara yang ditawarkan maka bandrolnya sangat sesuai. Namun komparansinya sangat lemah terhadap para pesaing seperti Renault Duster, Nissan Terrano, dan Ford EcoSport yang beredar di pasar Asia. Jelas, Vezel tidak bisa bersaing dengan bandrol tersebut. Oleh karenanya, agar penetrasi di pasar otomotif Asia Tenggara sukses, Honda perlu menghadirkan SUV dengan harga yang lebih murah.

Yoshiyuki Matsumoto, selaku Managing Officer Honda for Asia and Oceania membenarkan isu terkait penggunaan platform Brio dalam mengembangkan lini produk SUV Honda terbaru. “Produk Vezel belum mampu mengisi kekosongan lini produk kami untuk segmen SUV murah. Kami perlu produk baru yang berukuran lebih kecil dengan harga murah”, jelas Matsumoto. Ditemui di sela-sela aktivitasnya, orang penting Honda Asia ini menuturkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi dan pengkajian mendalam terkait hal itu. “Platform Honda Brio sepertinya punya kans besar untuk digunakan sebagai dasar pengembangan SUV yang lebih kecil dan lebih murah dari Vezel, namun tetap berkualitas tinggi”, tutup Matsumoto.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

honda U finance