Ini Dia 6 Pesaing Honda Mobilio Di Indonesia

Tak bisa dipungkiri bahwa mobil jenis Low-end MPV kini menjadi trendsetter di Indonesia. Berbagai brand terus melakukan penetrasi pasar dengan produk serupa dan menariknya bursa otomotif tanah air terus digempur beberapa produsen namun jumlah permintaan (pembeli) terus bertambah hingga pemerintahpun turut serta dalam mengambil beberapa kebijakan agar terjadinya keseimbangan antara produksi dan pengguna.

komparasi mobilio dengan mpv lain

Industri otomotif khususnya roda empat memang sangat menarik untuk disimak karena setiap saat selalu saja ada sesuatu yang baru baik itu pengembangan teknologi maupun berbagai strategi dari pihak distributor dalam memasarkannya. Sebagai pendatang baru dikategori mobil keluarga murah tentu saja Honda masih mengandalkan Mobilio untuk bersaing secara head-to-head dengan mobil sejenisnya dari berbagai brand terkemuka.

Sebagai bahan referensi anda, disini kami mengulas beberapa pesaing Mobilio yang kini menjadi andalan beberapa brand baik berasal dari Asia, Eropa maupun Amerika. Sebagai seorang calon pembeli tentu anda perlu mengetahui komparasi diantara produk sejenis sehingga pengambilan keputusan untuk memiliki mobil baru dengan tajuk LMPV menjadi satu-satunya solusi akan kebutuhan alat transportasi bagi anda dan keluarga. Berikut ini adalah kompetitor dari Honda Mobilio yang kini dijual di Indonesia :

1. Toyota Avanza

toyota avanza

Meski digempur berbagai produk serupa namun Avanza hingga kini masih bertengger diposisi puncak penjualan mobil ditanah air. Generasi pertama Avanza diluncurkan oleh Toyota Astra Motor pada tahun 2003 dan hingga kini masih terus memimpin lantaran Toyota sendiri memiliki layanan 3S terbanyak menjangkau hingga seluruh pelosok nusantara. Karakteristik Avanza adalah pada performanya karena menggunakan sistem Rear-Wheel-Drive (RWD) atau penggerak roda belakang. Untuk urusan konsumsi bahan bakar, Avanza terbilang boros dengan perbandingan 1.3= 1:9 – 1:12, 1.5 S M/T Vvti= 07: 1:8 – 1:10, 1.5 S Manual= 1:9 – 1:12, G Non Vvti= 1:9 – 1:12, dan G Vvti= 1:9 – 1:15.

2. Daihatsu Xenia

daihatsu_xenia

Xenia merupakan cloningnya Avanza dimana 90% platformnya meminjam milik Avanza, jadi ingat Avanza pasti ingat Xenia. Iya kan?

3. Nissan Grand Livina

nissan grand livina

Sebelumnya Grand Livina sangat sukses dikancah otomotif nasional dan mobil ini menggunakan penggerak roda depan (FWD) sehingga untuk urusan BBM cukup ramah dikantung para penggunanya. Kelebihan Grand Livina adalah kenyamanannya sehingga publikpun tak ragu menyebutnya sebagai “Sedan-Like car” hanya saja untuk performa masih kalah sama duo Avanza-Xenia sehingga penggunaannyapun kebanyakan oleh masyarakat diperkotaan. Sayangnya hingga generasi saat ini, Grand Livina belum mendapat major change terutama pada desain eksterior sehingga publikpun terkesan agak bosan melihat tampilan mobil milik Nissan Motor Indonesia selaku distributor. Konsumsi BBM Grand Livina 1.5 XV MT= 1:13 – 1:17.

4. Suzuki Ertiga

suzuki ertiga

Ertiga hadir di Indonesia dimomen yang sangat tepat mengingat beberapa produsen masih enggan melirik pasar Low MPV. Kenyamanan berkendara menjadi salah satu aspek utama, meski dengan kapasitas mesin 1.400cc performanya lumayan bagus mengingat desain body lebih kecil dari Grand Livina. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan teknologi drive by wire pada pendistribusian bahan bakar kemesin sehingga lebih irit dari Avanza, Xenia maupun Grand Livina. Konsumsi bahan bakarnya 1-18 dalam kota, 1-25 luar kota dengan rata-rata kecepatan dibawah 2000 rpm khusus untuk tipe GX manual. Saya pribadi berpendapat Ertiga ini well-build dan layak menjadi opsi khususnya bagi mereka yang lebih mengutamakan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar.

5. Chevrolet Spin

chevrolet spin

Selain produk-produk Jepang ada juga produk yang berbasis dinegeri paman sam yakni Chevrolet Spin yang menggunakan penggerak roda depan. Untuk performa, Avanza dan Xenia lebih unggul termasuk soal urusan nenggak bensin tentunya. Spin kurang populer di Indonesia karena publik enggan memilikinya sebab harga spare partnya yang mahal ditambah layanan 3S Chevrolet di Indonesia masih sangat minim. Saya pribadi sebenarnya kurang sependapat kalau Spin masuk dalam kategori Low-end MPV karena meski harganya terjangkau namun spare part mahal maka mobil ini lebih tepat masuk kategori Mid-end Multi Purpose Vehicle. Konsumsi BBM Spin versi diesel 1.3 LTZ dalam kota sekitar 1:22 sedangkan untuk mesin bensin 1.5 rata-rata 1:8 – 1:10.

6. Datsun Go+

datsun go plus

Sekilas mobil ini mengingatkan kita pada sosok Nissan Grand Livina namun berbeda dimensi dimana Grand Livina lebih lebar serta lebih banyak fitur meski dirilis terlebih dahulu. Hal ini mungkin disesuaikan dengan konsep dari mobil Datsun Go+ itu sendiri dimana mereka lebih mengutamakan prinsip mobil murah. Iya juga sih karena dalam dunia bisnis ada adagium what you pay, what you get). Kapasitas mesin yang diusung oleh mobil ini yakni 1.2-liter dengan komparansi BBM 1:12 dalam kota dan 1:16 untuk luar kota.

Honda Mobilio sendiri menggabungkan aspek kenyamanan serta performa serta menggunakan penggerak roda depan dengan mesin 1.500cc. Teknologi drive-by-wire juga sudah diadopsi oleh Mobilio sehingga konsumen cenderung untuk membandingkannya dengan Ertiga maupun Grand Livina. Penggunaan mesin i-Vtec Honda juga menjadi poin pertimbangan sendiri oleh konsumen dalam perburuan mobil keluarga murah di Indonesia.

Baca juga :
honda U finance